Dapur / Tips

Memasak Beras

Untuk mendapatkan nasi yang pulen dan enak, selain karena jenis berasnya, cara memasak pun menentukan. Ada beberapa cara memasak beras.

 

Ditanak :

Beras “direbus” dengan air secukupnya dalam panci. Nasi yang dimasak dengan air ini disebut nasi liwet. Dulu orang menanak nasi dengan kuali / kendil (wadah terbuat dari tanah liat) atau ketel (dari baja). Masukan beras setelah air mendidih. Sebagai patokan, banyaknya air -/+ 2 cm di atas permukaan beras, jangan berlebih atau kurang. Kalau kelebihan air, nasi akan lembek atau menjadi bubur. Sebaliknya kalau kekurangan air, nasi menjadi keras / pera. Kecilkan api setelah setengah masak. Kini memasak nasi bisa dilakukan dengan menggunakan penanak listrik (rice cooker), lebih cepat dan lebih praktis.

 

Ditanak lalu dikukus :

Beras ditanak dulu hingga setengah masak (diaroni), lalu dikukus dalam dandang. Sebelum dikukus, nasi setengah masak tersebut sebaiknya diurai agar tidak padat dan masak merata. Masak dengan cara ini tidak perlu mengecilkan api, khususnya saat mengukus yang penting perhatikan air dalam dandang, jangan terlalu sedikit sehingga habis sebelum nasi masak. Sebaiknya, jika air dalam dandang kebanyakan, air akan “naik” ke atas sarangan dandang, sehingga nasi menjadi lembek. Tinggi air dalam dandang -/+ ¾ bagian tinggi sarangan dandang.

 

Dikukus saja :

Cara ini dipakai karena beras yang akan dimasak tidak memerlukan banyak air, misalnya beras ketan, beras jagung, atau tiwul. Biasanya bahan dikukus dua kali hingga masak. Pertama beras yang sudah dicuci dikukus hingga setengah masak, lalu diangkat. Pindahkan beras dalam wadah, lalu perciki air sambil diaduk-aduk hingga cukup “basah”. Masukan kembali ke dalam dandang, kukus sampai masak.

 

CARA PENYAJIAN

 

Dalam wadah berpori :

Sebaiknya nasi ditaruh dalam wadah berpori agar uap air keluar. Misalnya, dalam wadah dari kayu /bamboo atau wadah khusus untuk nasi (biasanya berlubang-lubang kecil).

 

Dibungkus daun :

Ada juga nasi yang disajikan dalam bungkusan-bungkusan daun jati atau daun pisang. Selain praktis, bungkus daun memberi aroma khas pada nasi.

 

Nasi timbel :

Nasi yang digulung padat, dan dibungkus daun pisang. Biasanya cara penyajian nasi seperti ini untuk keperluan piknik, makan di luar rumah bersama keluarga. Nasi Timbel juga sering disajikan di restoran-restoran khas Sunda. Juga untuk menambah aroma khas pada nasi.

Artikel Terkait

Resep Ku
Berikut Manfaat Daging Ayam Untuk Kesehatan Yang Perlu Kamu Tahu!

Selengkapnya

...

Santap Sehat
Banana Oatmeal Breakfast Smoothie

Selengkapnya

...

Resep Ku
Pedas Gurih Ayam Geprek Mozzarella

Selengkapnya

...