6 Kandungan Utama Dalam Kol

Meski kurang digemari oleh kebanyakan orang, tapi kamu harus tau kalau sayuran yang satu ini memiliki kadungan gizi dan nutrisi yang sangat baik untuk tubuh.

Nah, buat kamu yang kurang suka dengan sayuran yang satu ini, sebaiknya kamu menyimak beberapa kandungan utama di dalam kol. Apa saja kira-kira? Berikut diantaranya.

Vitamin C

 Sama seperti brokoli, kol juga mengandung vitamin C yang memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah menjaga daya tahan tubuh. Satu porsi kol yang bobotnya sekitar 1 ons bisa mencukupi sekitar separuh dari kebutuhan harian vitamin C. Sayangnya vitamin ini mudah hilang selama proses pemanasan, apalagi kalau dimasak pada suhu tinggi dan waktu lama.

Oleh karena itu, ada baiknya untuk memasak menggunakan teknik kukus dengan waktu yang pas sekitar 5 menit, paling lama 10 menit. Cara masak dengan dikukus akan memertahankan vitamin C dalam kol.

Vitamin K                                           

Dibawah vitamin C, vitamin yang kadarnya paling tinggi di dalam kol adalah vitamin K. seporsi kol bisa menuckupi sekitar setengah dari kebutuhan harian vitamin K. Kadar sebesar ini tergolong istimewa jika dibandingkan dengan sayuran lain.

Vitamin K memiliki banyak fungsi, diantaranya menjaga kesehatan darah dna tulang. Vitamin ini mudah larut di dalam lemak. Jika kamu ingin memperoleh manfaat optimal vitamin K, kol lebih baik dikonsumsi sebagai menu dengan sedikit minyak misalnya pecel tumis, sup, lodeh, aatau sejenisnya.

Antioksidan polifenol

Antioksidan pada kol membuat sayuran ini layak untuk dikonsumsi secara rutin. Sebab, dalam jangka panjang bisa menjaga keremajaan kulit. Klol juga bisa menyeimbangkan kadar kolesterol baik. Dalam jangka panjang, efeknya bisa mengurangi risiko penebalan pembuluh darah sehingga bisa mencegah penyakit jantung.

Antosianin

Kandungan ini sangat khas terdapat di dalam kol merah (ungu). Antosianin juga memiiki khasiat antioksidan. Sayangnya, antsianin mudah rusak oleh suhu tinggi dalam waktu lama. Ini bisa kamu amati dari pudarnya warna ungu setelah kol dimasak lama.

Pada kasus vitamin C, cara masak terbaik adalah kukus. Tapi dalam hal antisionin, cara masak terbaik adalah rebus.

Serat

Kol banyak mengandung serat sehingga bisa memperlancar sistem penernaan. Tapi pada orang tertentu yang jarang makan serat, kol kadang justru bisa menyebabkan perut kembung.

Ini terjadi karena serat kol sulit dipecah dan menyebabkan timbulnya gas penyebab kembung. Untuk menghindari masalah ini, kol sebaiknya dimasak dan konsumsinya ditingkatkan secara perlahan, tidak langsung banyak dalam waktu singkat.

Artikel Terkait

© Endee Communication. All Rights Reserved