Berikut Cara Mengolah Kolang Kaling Agar Tahan Lama dan Tidak Asam

Rasanya yang segar tak heran membuat buah kolang-kaling selalu diburu masyarakat untuk dijadikan beragam menu sajikan untuk berbuka puasa selama Ramadhan.

Untuk mengolah kolang-kaling terbilang tidak mudah. Kolang-kaling mentah biasanya masih bau, rasanya asam, dan berlendir. Langkah pertama untuk mengolah kolang-kaling adalah dengan merendamnya dengan air beras. Air beras ini didapat dari air bekas mencuci beras.

Kamu bisa merendam kolang-kaling selama satu hingga dua jam. Jika sudah dicuci dengan air mengalir dan tak berlendir, kamu bisa merebus kolang-kaling.

Proses merebus yang pertama harus dimulai saat air mendidih dalam waktu singkat (blanching). Kemudian tunggu sampai kurang lebih 15 menit, lalu masuk pada proses perebusan kedua.

Dalam proses perebusan kedua ini, kamu bisa mencampur kolang-kaling dengan pewarna alami atau instan, daun pandan, maupun daun jeruk nipis untuk menambah rasa. Rebus kolang-kaling sampai empuk dan kolang-kaling bisa dihidangkan.

Kolang kaling bisa kamu jadikan sebagai bahan untuk membuat es campur, es buah, es teller, es kopyor, sup buah, kolak, maupun manisan. Khusus untuk manisan, kamu bisa menambahkan gula lebih banyak.

Selain memiliki rasa yang segar, ternyata kolang-kaling memiliki manfaat terseniri, diantaranya:

Menudukung Kesehatan Tulang

Kolang kaling dipercaya memiliki kadar air sangat tinggi, yakni hingga 93,8 persen dalam setiap 100 gram buah.

Kolang kaling juga terbukti memiliki kandungan kalisum yang tergolong tinggi, yakni mencapai 91 miligram pada buah kolang kaling.

Maka dapat dipastikan, kolang kaling bermanfaat untuk kesehatan tulang, khususnya guna mencegah osteoporosis. Apabila dibandingkan dengan susu, jumlah kalsium pada kolang kaling memang lebih rendah.

Pada setiap 100 gram susu sapi murrni, terkadang 125 miligram kalisum, sedangkan pada 100 gram kolang kaling terkandung 91 miligram kalisum.

Meski demikian, kandungan kalori pada kolang kaling jelas lebih rendah ketimbang susu sehingga konsumsi buah ini tidak akan terlalu berisiko membuat berat badan naik.

Mengobati Tulang Sendi

Kolag kaling juga bermanfaat mengobati radang sendi. Pada umumnya, karbohidrat yang terkandung pada kolang kaling adalah galaktomannan. Galaktomannan ini sering digunakan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan obat-obatan untuk penyakit radang sendi.

Galaktomannan sendiri memiliki fungsi untuk meredakan atau mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh penyakit radang sendi.

Melancarkan Pencernaan

Manfaat lain dari kolang kaling adalah memperlancar pencernaan. Kandungan serat kasar yang dimiliki kolang kaling sangat bermanfaat dalam melancarkan proses pencernaan di dalam tubuh. Kandungan karbohidratnya juga dapat memberi rasa kenyang dan memberi energi pada tubuh.

Bagi mereka yang ingin diet menurunkan berat badan, kolang kaling bisa  dipilih untuk rutin dikonsumsi.

 Membantu Kesehatan Ginjal

Buah kolang kaling memiliki kadar protein dan lemak yang sangat rendah, yakni di bawah 1 persen dengan jumlah serat yang sedikit.

Selain karbohidrat dan protein, buah kolang kaling, antara lain mengandung zat gizi sebagai berikut:

  • Fosfor 0,14
  • Zat besi 0,4 gram
  • Vitamin C 13,25 mg
  • Vitamin B1 sebanyak 3,9 IU

Oleh karena kandungan senyawa tersebut, buah kolang kaling dianggap bisa membantu kesehatan fungsi ginjal.

Artikel Terkait

© Endee Communication. All Rights Reserved