Berikut Tips Hemat ala Ibu Rumah Tangga Jepang

Jepang merupakan salah satu negara dengan biaya hidup paling tinggi. Tak heran masyarakat Jepang harus sangat berhemat untuk bisa bertahan hidup. Prinsip hemat ini sangat dipegang teguh oleh masyarakat terutama oleh para ibu rumah tangga di Jepang yang sangat serius dalam mengelola keuangan keluarga.
Lalu bagaimana mereka melakukannya?

Tidak malas membuat daftar belanja

Kamu sudah tahu kan beberapa trik yang dilakukan untuk membuat pengunjung kalap berbelanja?

Ya, beberapa di antaranya bahkan tidak disadari selama ini oleh kebanyakan orang. Banyak orang jadi terkecoh dan berakhir dengan menghabiskan lebih banyak uang untuk berbelanja daripada yang seharusnya.

Nah, namun hal tersebut justru jarang terjadi pada ibu rumah tangga di Jepang karena mereka sudah membuat daftar belanja sebelum pergi berbelanja.

Sesampainya di swalayan atau toko, mereka pun tidak menghabiskan waktu dengan berjalan perlahan sambil memikirkan apa yang hendak dibeli. Mereka langsung mengambil troli belanja, lalu berjalan ke rak barang sesuai dengan daftar belanja yang sudah dibuat.

Jadi, bagi mereka sama sekali tidak ada kesempatan untuk melihat promo atau diskon menggoda yang ditawarkan.

Selektif membandingkan harga di toko

Sebelum memutuskan menggunakan suatu barang atau jasa, biasanya ibu rumah tangga di Jepang selalu berusaha untuk teliti dalam mencari harga terbaik.

Kalau value yang diberikan setara atau lebih baik, mereka tak ragu mengalihkan pandangan ke merek lain yang harganya lebih rendah.

Salah satu fokus utama ibu-ibu Jepang adalah pengeluaran untuk makanan. Makanan menghabiskan dana yang cukup besar sehingga akan sangat terasa efeknya terhadap keuangan apabila dapat dihemat.

Ibu rumah tangga Jepang biasanya akan lebih teliti dalam mengecek harga bahan-bahan pembuatan makanan dalam daftar belanja mereka.

Biasanya, mereka terlebih dahulu mengelompokkan bahan-bahan pembuatan makanan berdasarkan jenis nutrisinya. Sebagai contoh, mereka buat kelompok seperti karbohidrat, daging, ikan, telur, dan susu. Sayur-mayur, serta buah-buahan pun tak terlupa.

Ibu-ibu Jepang tidak menganggap remeh uang kembalian

Setiap uang kembalian dari berbelanja tetaplah berharga di mata ibu-ibu Jepang. Uang kembalian dari belanja tidak serta merta mereka letakkan sembarang kemudian tercecer dan tidak sengaja terpakai.

Mereka terbiasa memasukan uang koin sisa uang belanja ke dalam celengan atau wadah khusus untuk uang receh tersebut. Kalau hanya dilihat beberapa hari memang tidak seberapa. Tapi, bayangkan jika dalam setahun kamu bisa mengumpulkan minimal Rp500 per harinya.

Bukankah lebih terasa manfaatnya jika ditabung daripada dibiarkan terbuang percuma untuk hal yang tidak penting?

Sebenarnya cara hidup hemat ibu-ibu Jepang ini cukup sederhana, hanya saja membutuhkan komitmen yang kuat dan konsistensi.

 

 

 

Artikel Terkait

© Endee Communication. All Rights Reserved

About  Terms  Privacy  Contact