Ketahui Apa Itu Virus Corona, Penyebab, dan Gejalanya

Sejak awal tahun 2020 wabah pneumonia menjadi perhatian dunia. Pasalnya, wabah yang terdeteksi awal di Wuhan, China, saat ini telah menyebar ke beberapa Negara diantaranya Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat. Di mana Ratusan orang telah terinfeksi virus ini dan terus-menerus menyebabkan korban berjatuhan.

Lantas, apa virus corona?

Virus Corona merupakan sejenis virus umum yang menyebabkan infeksi pada hidung, sinus, atau tenggorokan bagian atas. Belum diketahui jelas seberapa mematikan virus corona Wuhan tersebut. Namun, sejauh ini tingkat kematiannya lebih rendah jika dibandingkan dengan SARS dan MERS.

Wabah SARS (Secure Acuate Respiratoty Syndrom) pernah terjadi pada 2003. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO penyakit ini muncul dari virus corona dalam tubuh hewan, kemungkinan besar kelelawar yang menyebar ke manusia.

Kejadian pertama SARS terjadi di Guangdong, Tiongkok, pada 2002. Virus ini lalu menyebar ke-26 negara dan sebanyak 774 orang meninggal. Gejala awal penderita seperti flu biasa yaitu, demam, sakit kepala, dan menggigil. Kalau sudah parah, pasien akan mengalami diare, kelelahan akut, sesak napas, hingga gagal ginjal.

Lalu, MERS atau (Middle East Respiratory Syndrom) atau dikenal sebagai sindrom pernapasan Timur Tengah pertama kali terjadi  di Arab Saudi pada 2012. Penyebaran penyakit ini juga karena virus Corona dan gejala awalnya pun seperti sakit flu.

Virus Corona tersebut kemungkinan besar berasal dari unta. Ketika wabah terjadi, penderitanya menyebar ke Mesir, Ethiopia, Kuawait, Kenya, Maroko, Korea Selatan, hingga Belanda. WHO menyebut sebanyak 2.494 kasus ditemukan dan 85 orang  meninggal karena MERS.

Bereda dengan SARS maupun MERS, di mana virus Wuhan memiliki gejala awal yaitu pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam selama beberapa hari. Bagi pasien dengan kekebalan tubuh lemah, ada kemungkinan virus ini menyebabkan pneumonia dan bronkitis.

Sebanyak 17 pasien di Wuhan meninggal karena terjangkit virus tersebut. Penyebaran awalnya kemungkinan besar berasal dari ular. Para ahli di China menemukan virus serupa pada tubuh ular jenis trait yang banyak ditemukan di China bagian Selatan dan Asia Tenggara.

Ular yang bernama latin Bungarus multicintus tersebut sangat berbisa. Para Ilmuan juga telah menemukan kode genetic virusnya dan pantogen yang bertanggung jawab atas wabah ini adalah jenis virus corona baru. WHO member nama virus ini sebagai 2019-nCoV.

Per 22 Januari, jumlah pasien yang terinfeksi sudah mencapai 555 orang. Sebanyak 444 kasus di laporkan di Wuhan. Kota tersebut pun kini telah melakukan karantina di beberapa tempat juga menutup layanan transportasi publiknya.

Artikel Terkait

© Endee Communication. All Rights Reserved

About  Terms  Privacy  Contact