Mana yang Lebih Baik, Beras Merah atau Beras Putih?

Kamu pasti sering mendengar jika beras merah lebih sehat daripada beras putih. Meskipun memiliki manfaat yang sama dari kedua jenis beras tersebut, beras merah dianggap lebih unggul ketimbang beras putih.

Beras merah yang sebagian besar mengandung dedak, membuatnya kaya akan nutrisi. Beras ini juga punya kandungan karbohidrat yang lebih rendah dan persentase lemak yang lebih tinggi dari beras putih. Dilihat dari segi nutrisinya, beras merah memang lebih banyak dari beras putih.

Namun, ada baiknya kamu simak perbandingan antara beras merah dan beras putih, berikut ini:

  1. Beras putih dipoles dan tidak memiliki dedak, sementara beras merah punya dedak. Dedak ini akan membuat beras lebih cepat tengik dan rasanya kurang enak.
  2. Beras merah mengandung lebih banyak serat makanan dibanding beras putih. Ini cocok dikonsumsi oleh orang yang tidak makan makanan lain yang mengandung serat, namun bagi orang yang kebutuhan seratnya tercukupi, ini akan menyebabkan masalah pencernaan.
  3. Beras merah mengandung beberapa zat anti-nutrisi yang dapat menghambat penyerapan nutrisi lain.
  4. Biasanya, beras merah direndam dulu selama 20 menit untuk menghilangkan asam fitat yang merupakan anti-nutrisi utama di dalamnya.
  5. Beras putih identik dengan penyakit diabetes karena tingginya jumlah pati di dalamnya. Namun, nyatanya kandungan glukosa yang didapat dari pati beras putih dan karbohidrat tidak menyebabkan resistensi insulin.

Kecuali jika kamu sudah tidak mampu menyerap glukosa, maka kamu tidak bisa makan beras putih.

Jadi, bagi kamu yang sering mengonsumsi beras putih, tenang saja. Beras putih paling sehat untuk kamu konsumsi dalam kondisi kesehatan yang normal. Kecuali bagi kamu yang memiliki masalah kurang serat dan tidak bisa mengolah glukosa dalam darah, maka sebaiknya kamu memilih untuk mengonsumsi beras merah.

Tapi perlu diperhatikan, karena beras putih memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, ada baiknya kamu membatasi makan nasi putih jika sedang menjalani program diet.

Semoga bermanfaat..

 

Artikel Terkait

© Endee Communication. All Rights Reserved

About  Terms  Privacy  Contact