Tips Agar Tak Gampang Emosi dengan Si Kecil

Sesungguhnya tak seorang pun ibu yang berniat “ngomong” kasar pasa sang buah hati. Namun tak bisa dimungkiri juga, untuk bisa sabar menghadapi tingkah laku anak yang terkadang ajaib itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Tidak pula semudah menerapkan teori yang ada di buku.

Padahal, begitu marah, kamu tidak hanya mencederai perasaan si kecil, tapi juga dirimu sendiri. Misal, jadi muncul perasaan bersalah yang selanjutnya disusul kondisi yang tidak nyaman, sampai muncul perasaan tidak tenang.

Kalau sudah begini apa yang sebaiknya kamu lakukan?

Lepaskan

Melepaskan adalah memisahkan pikiranmu dari kondisi sekitar. Jadi, jika kondisi sekitar sedang ramai, sibuk, membuat pusing, memicu kemarahan, dan sebagainya, cobalah melepaskan pikiran dengan seolah-olah masuk ke dalam satu lingkaran sendiri.

Melepaskan dirimu dari hal-hal lain dalam keilmuannya disebut dengan be mindfull. Artinya kamu sadar atas apa yang kamu lakukan pada saat itu.

Olah Nafas

Nafas itu disebut dengan mind full breathing bernafas dengan seksama. Jadi, dalam tahap ini kamu diajak untuk benar-benar memerhatikan tiap tarikan dan embusan nafasmu. Cermati dan syukuri setiap tarikan nafasnya. Jika sudah mencermati dan mensyukuri perlahan kamu akan merasa lebih tenang.

Aktifkan

Setelah menemukan hal positif dari rasa tidak nyaman tersebut, maka gunakanlah hal tersebut sebagai solusi dan motivasi. Nah, hal inilah yang disebut dengan mengaktifkan. Jadi, ketika kamu tahu rasanya ingin marah itu datang untuk membuatmu lebih aware akan perkembangan anak, maka kamu akan dengan tenang dan bijak menanggapi kesalahan anak.

Sabar

Ini adalah point penting dari beberapa point yang sudah dijelaskan di atas.

Artikel Terkait

© Endee Communication. All Rights Reserved

About  Terms  Privacy  Contact